The Cycle: Frontier: Survival ala “Tarkov” di Planet Alien yang Bikin Deg-degan!

News Game

Bayangkan ini: Anda terjun ke planet asing, tas kosong, senjata standar—tugas Anda cuma satu: mengumpulkan loot berharga dan kabur hidup-hidup sebelum pemain lain atau monster lokal menghabisi Anda. Welcome to The Cycle: Frontier, game free-to-play yang menggabungkan tensi escape ala Escape from Tarkov dengan nuansa sci-fi yang memukau!

“Loot, Bertarung, Extract”: Loop Gameplay yang Bikin Nagih

The Cycle: Frontier tidak mau buang waktu. Begitu Anda mendarat di Fortuna III (planet alien penuh bahaya), prioritas utama adalah: kumpulkan resource secepat mungkin, selesaikan misi faction, dan extract sebelum zona storm menghancurkan segalanya. Bedanya dengan Tarkov? Di sini, PvE (lawan AI) dan PvP (lawan pemain) berjalan beriringan.

  • Hindari atau Serang? Keputusan ada di tangan Anda. Mau fokus loot tanpa ganggu pemain lain? Bisa! Tapi hati-hati—suara tembakan atau ledakan bisa mengundang player lain yang lapar loot.
  • Risk vs Reward: Bawa pulang loot langka = uang dan gear makin kuat. Tapi mati = kehilangan semua! Sistem ini bikin setiap match terasa seperti rollercoaster emosi.

Sci-Fi yang “Hidup”, tapi…

Dari segi visual, Fortuna III sukses menghipnotis. Hutan alien dengan tanaman bioluminescent, reruntuhan teknologi canggih, hingga badai elektrik yang mengancam—semua dirancang untuk imersi. Sayangnya, di platform rendah/medium, texture pop-in kadang mengganggu.

Efek Suara = Senjata Rahasia.
Desain audio The Cycle: Frontier layak pujian. Setiap derap kaki di rerumputan, raungan creature di kejauhan, atau desing peluru yang nyaris mengenai kepala—semua memperkuat atmosfer nerve-wracking. Pro tip: Pakai headphone biar bisa deteksi musuh lebih akurat!

“Tarkov Lite” yang Ramah Pemain Baru

Bagi yang trauma dengan kompleksitas Escape from Tarkov, The Cycle: Frontier terasa lebih approachable. Tidak ada sistem kesehatan super detail atau requirement makan/minum. Fokusnya lebih ke:

  1. Tembak-tembakan solid dengan senjata yang terasa “berat”.
  2. Progresi jelas via misi faction dan upgrade base.
  3. Match duration 20-25 menit—pas buat sesi gaming quick fix.

Tapi jangan salah: meski lebih kasual, game ini tetap brutal. Pemain pro dengan gear tinggi bisa bully newbie. Solusinya? Manfaatkan solo queue atau ajak squad untuk balance risiko!

Kontroversi Monetisasi: Pay-to-Win atau Bukan?

Sebagai game free-to-play, The Cycle: Frontier menawarkan battle pass dan kosmetik premium. Kabar baik: gear dan senjata tidak bisa dibeli dengan uang asli—semua harus diraih via gameplay. Namun, beberapa pemain mengeluh grind yang terlalu lama untuk unlock senjata tier tinggi.

Verdict: Cocok untuk Siapa?

✅ Anda akan suka jika:

  • Suka game survival dengan tensi tinggi.
  • Mau eksperimen PvPvE tanpa kompleksitas berlebihan.
  • Cari game gratis dengan loop gameplay adiktif.

❌ Skip kalau:

  • Lebih suka battle royale murni tanpa elemen PvE.
  • Tidak tertarik grind untuk upgrade gear.

Rating: 8/10
The Cycle: Frontier berhasil menyeimbangkan keseruan loot-shooter dan ketegangan survival. Meski ada ruang untuk improvement (terutama di balance matchmaking), game ini layak dicoba—apalagi gratis! Siapkan headset, ajak teman, dan… selamat bertarung di Fortuna III, Prospector! 💥

P.S.: Jangan lupa cek peta secara berkala—storm bisa datang lebih cepat dari yang Anda kira!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *